Macam-macam kabel jaringan

Posted by Teguh Kurniawan on 01:30 PM, 04-Mar-13

 

Beberapa jenis kabel yang banyak digunakan dalam standar penggunaan untuk komunikasi data dalam jaringan komputer maupun Control sistem diindustri.
Ada Beberapa jenis kabel yang secara umum sering digunakan untuk LAN yaitu Coaxial dan Twisted pair maupun dalam Control system, yaitu :

A. Coaxial Cable
Ada 2 jenis tipe kabel coaxial yang dipergunakan untuk jaringan komputer.

1. Thick Coaxial Cable
Kabel Coaxial jenis ini dispesifikasi standar IEEE 802.3 – 10BASES. Dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm. Kabel jenis ini biasanya disebut Standard Ethernet atau Thicknet atau Yellow Cabel. Kabel Coaxial digunakan dalam jaringan yang mempunyai spesifikasi antara lain :

1. setiap yang harus diterminasi dengan terminator 50 ohm.
2. maksimum 3 segment dengan tambahan peralatan.
3. setiap kartu jaringan mempunyai kemampuan penguat sinyal.
4. setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan termasuk repeaters.
5. maksimum panjang kabel persegment 1-640 fee (500 m).
6. maksimum jarak antara segment 4920 feet (1500 m).
7. jarak maksimum antara tap (pencabang) dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (5 m).
8. jarak maksimum antara tap adalah 8 feet (2,5 m)

2. Thin Coaxial Cable

Kabel ini banyak digunakan di radio amatir terutama untuk trancaiver yang tidak memelukan output daya yang besar. Jenis yang banyak digunakan adalah RG-8 atau RG-59 dengan impedendsi 75 ohm untuk jaringan, kabel jenis ini yang sama digunakan RG-58 yang telah memenuhi standard IEEE 802.3.10 BASE 2, dimana diameternya rata-rata 5mm dan biasanya berwarna hitam setiap perangkat dihubungkan dengan BNC T connect or kabel jenis ini dan sebagainya thin ethernet atau thinet. Kabel jenis RG-58 A/u dan c/u jika di implementasikan dengan T-connector dengan terminator dalam sebuah jaringan harus mengikuti aturan sebagai berikut :


1. pada topologi bus setiap ujung kabel diberi terminator 50 ohm.
2. panjang maksimum kabel 606,8 feet (185 m) persegment.
3. setiap segment maksimum 30 device (perangkat).
4. kartu jaringan sudah menggunakan tranciver yang on broard tidak perlu tumbuhkan trains caver kecuali repeaters.
5. maksimum ada 3 segment terhubung 1 dengan lainnya.
6. panjang minimum antar T-connector 1,5 feet (0,5 m)

B. Twisted Pair Cable
Selain menggunakan kabel coaxial ethernet juga dapat menggunakan kabel lain yaitu : UTP (unshileded twisted pair) dan STP (shileded twisted pair). Kabel – kabel tersebut biasanya terdiri dari 4 kabel yang terpilih dari kabel buah kabel ini hanya 4 buah yang digunakan untuk dapat menerima dan mengirimkan data (ethernet). Ada 2 jenis pemasangan kabel UTP yang sering digunakan pada jaringan lokal yaitu Straight Through Cable dan Cross Over Cable.

Penggunaan Straight Through Cable antara lain :

1. PC – Hub
2. PC – Switch
3. Hub – Hub
4. Switch – Routher

Penggunaan Cross Over Cable antara lain :

1. PC – PC
2. Switch – Switch
3. Switch – Hub

C. FO (Fiber Optic)
Kabel Fiber Optic (FO) adalah sebuah kabel yang terbuat dari serat kaca dengan teknologi canggih dan mempunyai kecepatan transfer data yang lebih cepat dari pada kabel biasa, Fiber Optic digunakan pada jaringan backbone (tulang punggung) karena dibutuhkan kecepatan yang lebih dalam jaringan ini, yang menggunakan FO untuk jaringan biasa baik LAN, WAN, maupun MAN karena memberi dampak yang lebih pada kecepatan dan bandwith karena FO menggunakan bias cahaya untuk mentransfer data yang melewatinya.

Penyambungan kabel FO dibutuhkan alat khusus yang bernama fusion splicer alat ini digunakan untuk menyambung 2 ujung FO dengan menggunakan panas alat ini butuh ketelitian yang sangat tinggi. Alat ini dilengakapi dengan alat pengukur karena setiap ingin menyambung 2 sisi FO harus diukur terlebih dahulu dan ukurannya harus sama antara ujung A dan ujung B dan kedua ujung FO harus benar-benar bersih biasannya digunakan alcohol 95 % dan tisu untuk membersihkan ujung FO yang sudah dikupas atau apabila ada kotoran sedikit saja maka fusion splicer tidak akan bisa digunakan alias menolak untuk melakukan penyambungan.

Tipe – tipe kabel Fiber Optic :
•Kabel Singel Mode merupakan sebuah serat tunggal dari fiber glass yang memiliki diameter 8,3 hingga 10 micro. Satu micro besarnya sama dengan 1/250 tebal rambut manusia.
•Kabel Multimode adalah kabel yang terdiri atas multi serat fiber glass dengan kombinasi diameter sinyal independen yang berbeda dari fiber-fiber lain dalam bundle kabel.
•Plastic Optical Fiber (POF) merupakan kabel berbasis plastic terbaru yang memiliki kualitas sama dengan kabel single mode tetapi harganya sedikit lebih mahal.

Kontruksi kabel FO :
•Core : bagian ini merupakan medium fisik utama yang mengangkut sinyal-sinyal data optical dari sumber ke device penerima core berupa helai tunggal dari glass atau plastic yang kontinyu (dalam micro). Semakin besar ukuran core, semakin banyak data yang dapat diantarkan. Semua kabel FO diukur mengacu pada diameter core-nya.

•Cladding adalah merupakan lapisan tipis yang menyelimuti Fiber Core.
•Coating adalah lapisan plastik yng menyelimut core dan cladding penyangga coating ini diukur dalam micro dan memiliki range 250 sampai 900 micro.
•Strengthening Fibers : terdiri atas beberapa komponen yang dapat menolong fiber dari benturan kasar dan daya tekan tak terduga selama instalasi.
•Cable Jacket merupakan lapisan terluar dari keseluruhan badan kabel.

Beberapa Keuntungan dari Kabel FO :

1.Kecepatan : jaringan FO beroperasi ada kecepatan tinggi mencapai GB/S.
2.Bandwicth : FO mampu membawa paket dengan kapasitas besar.
3.Distance : sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa memerlukan perlakuan ¨refresh¨ / ¨diperkuat¨.
4.Resistance : daya tahan kuat terhadap imbas elektromagnetik yang dihasilkan dari perangkat- perangkat elektronik seperti radio, motor, / bahan kabel-kabel transmisi lain.

Kekurangan kabel FO :
Harga cukup mahal jika dibandingkan dengan teknologi kabel tembaga. Hal ini karena FO dapat mengantarkan data dengan kapasitas yang lebih besar dan jarak transmisi yang lebih jauh jika dibandingkan tembaga yang masih memerlukan investasi tambahan berupa perangkat penguat (repeaters). Selain itu biaya investasi tinggi yang diperlukan untuk pengadaan sumberdaya manusia yang andal karena tingkat kesulitan implementasi dan deployment FO yang cukup tinggi.

D. Profibus Cable
Sejarah Profibus kembali ke rencana umum dipromosikan untuk sebuah asosiasi dimulai di Jerman pada tahun 1987 dan untuk yang 21 perusahaan dan lembaga menyusun master plan proyek yang disebut "lapangan bus". Tujuannya adalah untuk menerapkan dan menyebarkan penggunaan bus lapangan bit-serial berdasarkan persyaratan dasar dari interface bidang perangkat. Untuk tujuan ini, perusahaan anggota sepakat untuk mendukung konsep teknis umum untuk otomatisasi produksi (yaitu diskrit atau otomatisasi pabrik) dan proses. Pertama, komunikasi yang kompleks protokol Profibus FMS (Field Keterangan Pesan bus), yang dirancang untuk menuntut tugas komunikasi, ditentukan. Selanjutnya pada tahun 1993, spesifikasi untuk protokol Profibus sederhana dan dengan demikian jauh lebih cepat DP (Decentralized Peripherals) selesai. Profibus FMS digunakan untuk (non deterministik) komunikasi data antara Master Profibus. Profibus DP adalah protokol dibuat untuk (deterministik) komunikasi antara master Profibus dan remote mereka I / O budak.

Ada dua variasi dari Profibus yang digunakan saat ini, yang paling umum digunakan Profibus DP, dan lebih rendah digunakan, aplikasi tertentu, Profibus PA:
Profibus DP (Decentralized Peripherals) digunakan untuk mengoperasikan sensor dan aktuator melalui pengontrol terpusat dalam produksi (pabrik) aplikasi otomatisasi. Banyak pilihan diagnostik standar, khususnya, difokuskan pada di sini.
Profibus PA (Otomasi Proses) digunakan untuk memonitor peralatan pengukuran melalui sistem kontrol proses dalam aplikasi otomasi proses. Varian ini dirancang untuk digunakan dalam ledakan / daerah berbahaya (Ex-zona 0 dan 1). Physical Layer (yaitu kabel) sesuai dengan IEC 61158-2, yang memungkinkan daya untuk dikirimkan melalui bus untuk instrumen lapangan, sementara membatasi arus yang mengalir sehingga kondisi peledak tidak diciptakan, bahkan jika kerusakan terjadi. Jumlah perangkat yang terhubung ke segmen PA dibatasi oleh fitur ini. PA memiliki tingkat transmisi data dari 31,25 kbit / s. Namun, PA menggunakan protokol yang sama dengan DP, dan dapat dihubungkan ke jaringan DP menggunakan perangkat coupler. DP lebih cepat bertindak sebagai jaringan tulang punggung untuk transmisi sinyal proses ke controller. Ini berarti bahwa DP dan PA dapat bekerja erat bersama-sama, terutama dalam aplikasi hibrida di mana proses dan otomatisasi pabrik jaringan beroperasi berdampingan.

Lebih dari 30 juta node Profibus dipasang pada akhir 2009. 5 juta di antaranya di industri proses.

E. PROFINET
PROFINET adalah industri terbuka Ethernet standar Profibus & PROFINET Internasional (PI) untuk otomatisasi. PROFINET menggunakan standar TCP / IP dan IT, dan, pada dasarnya, real-time Ethernet.

Konsep PROFINET memiliki struktur modular sehingga pengguna dapat memilih fungsi Cascading sendiri. Mereka berbeda dasarnya karena jenis pertukaran data untuk memenuhi persyaratan sebagian sangat tinggi kecepatan.

Dalam hubungannya dengan PROFINET, kedua perspektif PROFINET CBA dan PROFINET IO ada. PROFINET CBA cocok untuk komunikasi berbasis komponen melalui TCP / IP dan komunikasi real-time untuk real-time persyaratan dalam rekayasa sistem modular. Kedua pilihan komunikasi dapat digunakan secara paralel.

PROFINET IO dikembangkan untuk real time (RT) dan real time isochronous (IRT) komunikasi dengan pinggiran desentralisasi. Sebutan RT dan IRT hanya menggambarkan real-time properti untuk komunikasi dalam PROFINET IO.

PROFINET CBA dan PROFINET IO dapat berkomunikasi pada waktu yang sama pada sistem bus yang sama. Mereka dapat dioperasikan secara terpisah atau dikombinasikan sehingga subsistem PROFINET IO muncul sebagai sistem CBA PROFINET dari perspektif sistem.

F. MODBUS
Modbus adalah protokol komunikasi serial yang dipublikasikan oleh Modicon pada tahun 1979 untuk digunakan dengan pengendali yang dapat diprogram yang logika (PLC). Sederhana dan kuat, sejak itu menjadi salah satu protokol komunikasi standar de facto dalam industri, dan sekarang di antara cara yang paling umum tersedia untuk menghubungkan perangkat elektronik industri [1]. Alasan utama untuk penggunaan luas Modbus dalam lingkungan industri adalah:
Telah dikembangkan dengan aplikasi industri dalam pikiran
Hal ini secara terbuka diterbitkan dan bebas royalti
Sangat mudah untuk menyebarkan dan mempertahankan
Bergerak bit mentah atau kata-kata tanpa menempatkan banyak pembatasan pada vendor

Modbus memungkinkan untuk komunikasi antara perangkat banyak (sekitar 240) terhubung ke jaringan yang sama, misalnya suatu sistem yang mengukur temperatur dan kelembaban dan mengkomunikasikan hasilnya ke komputer. Modbus sering digunakan untuk menghubungkan komputer pengawasan dengan unit remote terminal (RTU) di kontrol pengawasan dan akuisisi data (SCADA) sistem. Banyak dari jenis data yang diberi nama dari penggunaannya dalam mengemudi relay: satu output-bit fisik disebut kumparan, dan input single-bit fisik disebut masukan diskrit atau kontak.

Pengembangan dan update dari protokol Modbus dikelola oleh Organisasi Modbus, yang terbentuk dari pengguna independen dan pemasok perangkat compliant Modbus

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(Some BBCode tags are allowed)